Kalau daerah lain “rusuh” akibat unjuk rasa sebagai gelombang protes atas kebijakan pemerintah, tapi Sulawesi Tengah khususnya kota Palu “jangan ada kericuhan”.
Menjaga Palu dari “konflik sosial” atau kericuhan akibat demonstrasi adalah tanggungjawab kita bersama.
Berdemonstrasi boleh-boleh saja, tapi jangan sampai menimbulkan riak-riak kericuhan yang mengarah ke konflik sosial.
Apalagi sampai merusak fasilitas umum dan menjarah barang-barang saudara dan tetangga kita sendiri.
Hidup dalam ketenangan dengan kemerdekaan luar biasa, masih bisa duduk-duduk bercengkrama sambil menikmati secangkir kopi atau teh di warung-warung kopi (warkop).
Kota Palu cukup tenang, interaksi antara warga kota Palu cukup baik, sekalipun kritikan tidak dapat dihindari, tapi itu tentunya demi perbaikan sekarang dan kedepan.
Cukuplah DKI Jakarta, Bandung, Solo, Jogja Karta, Makassar, Malang, Gorontalo dan daerah lainnya yang “ricuh” yang disertai “penjarahan” tapi Sulteng khususnya kota Palu harus kita jaga bersama.
Berdemonstrasi sebagai bengejawatahan kebebasan berpendapat dihadapan umum itu dijamin undang-undang dan bagian dari demokrasi.
Tapi berunjukrasa dengan merusak fasilitas umum itu bukan tujuan demokrasi. Karena merusak dan menjarah itu adalah pelanggaran pidana.
Kita harus Ingat! bahwa kerusakan fasilitas umum akibat unjuk rasa yang rugi bangsa kita sendiri.
Oleh sebab itu Kapolda, Kapolresta, Danrem 132 Tadulako, Gubernur, Panglima Palaka Wira, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, Wali Kota Palu, para rektor dan para Presiden Mahasiwa perlu duduk bersama untuk bersepakan “Ayo Jaga Sulteng wabil khusus kota Palu.”
Kapolda Sulteng Irjen Pol.Agus Nugroho dan mantan Gubernur/Walikota Palu H.Rusdy Mastura menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat Sulteng khususnya warga kota Palu jangan terpancing dan terprovokasi dengan aksi-aksi “anarkis” di daerah lain.
“Mari kita jaga ketenangan daerah ini. Bukankah hidup tenang dan damai lebih indah.”
“Kalaupun daerah lain ricuh yang berakhir dengan anarkis, maka kita warga Sulteng saya mohon dengan sangat tabe mari kita jaga persaudaraan, kebersamaan, persatuan demi Sulteng yang damai. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan menjaga daerah kita yang tercinta ini,”pintah Kapolda Irjen Agus dan ka Cudy. ***