Foto Anwar Hafid bersama beberapa kesebelasan dalam laga turnamen sepakbola di Sulteng. Foto Ro Adpim/ikrapost.com
M.Rizki (ikrapost.com)-Palu-Anwar Hafid yang notabene gubernur Sulteng, lewat rilis resmi humas Pemprov menjelaskan secara resmi atas polemik pencalonan dirinya sebagai ketua Asosiasi Provinsi (ASPROV) Persatuan Sepak Bola seluruh Indonesia (PSSI) Sulawesi Tengah.
Menurut peryataan Resmi DR. Anwar Hafid menyampaikan, dirinya tidak berambisi sama sekali menjadi ketua ASPROV PSSI Sulteng.
Namun, mengapresiasi dukungan yang berkembang untuk maju membenahi organisasi sepak bola sulawesi tengah.
Menurut Gubernur Sulteng, kalaupun dirinya ingin maju maka prasyarat itu adalah dukungan minimal 4 Askab kabupaten dan 5 klub yang ada.
Gubernur menyampaikan, jika dukungan 4 asosiasi kabupaten lengkap dan 5 klub sebagai prasyarat pencalonan telah lengkap, baru Anwar Hafid akan bersikap resmi.
“Saya, tidak berambisi sama sekali untuk urusan sepak bola ini, saya hanya ingin daerah sulawesi tengah melahirkan satu atau dua klub yang memiliki nama secara nasional,”ujarnya.
Ia mencontohkan di Provinsi Sulawesi Selatan memiliki PSM, Jawa Timur, Memiliki Persebaya, Jawa barat punya Persib, sulawesi Tengah punya kebanggaan apa di kancah Nasional ?
Inilah yang harus di evaluasi secara menyeluruh ada apa dengan persepakbolaan sulteng selama ini ?
“Karena alasan perbaikan inilah hati saya tergerak untuk ikut memperbaiki dunia sepak bola sulawesi tengah,”Akunya.
Menurutnya jikapun ada dalam proses dinamika menuju pemilihan ASPROV sulteng pihak yang lebih mampu memajukan dunia sepak bola Sulteg, akan kami dorong jika tidak kami pastikan kami puya visi memajukan Asprov PSSI dengan tiga arah berani.
Pertama, berani bina dari bawah yakni pembinaaan atelet dari level bawah, desa-desa yang punya potensi atlet sepak bola yang bagus kita didik secara baik, begitu juga dari kelas prestasi sekolah dasar dan menengah, pembinaan kelas prestasi sepak bola mesti di benahi dari kampuung dan sekolah.
Kedua, berani profesional.
Kita harus berani, membenahi asosisi kabupaten yang profesional dimana talenta atlit kita mesti punya managemen klub yang baik dan didukung oleh infrastruktur 1 kabupaten satu pusat olehraga stadion yang baik, agar setiap klub yang ada di setiap kabupaten memiliki stadion sepak bola yang representatif sebagai pusat olahraga masyarakat sekaligus aset daerah dan saya bisa meminta setiap pemerintah kabupaten memprogramkan hal ini, agar ASKAB kita punya kehormatan.
Ketiga, kita harus berani menjadikan klub-klub sepak bola di sulawesi tengah menjadi industri kreatif bukan lagi bergantung pada pemda.
“Saya, membayangkan jika klub sepak bola memiliki industri jersei club, marchen berkembang akan banyak industri kreatif yang berkembang menghidupi ASKAB dan perputaran ekonomi rakyat,”ungkapnya.
“Tiga hal ini, jika kita kelola dengan baik, insya Allah akan membuat Sepak Bola sulteng maju dan terdepan dan semakin dicintai oleh rakyat,”tutup Anwar Hafid. ***