
Suasana langit kota Palu cerah, bahkan terik matahari mulai menyinari bumi Minggu pagi itu (11/5-2025), ribuan orang memadati ruas jalan Prof Mohammat Yamin.
Umkm berjejeran samping kiri kanan jalan.
Mereka yang hadir menikmati hari libur dengan keluarga. Ada yang hadir dengan pasangannya masing-masing, baik suami istri bersama anak-anaknya, ada pulah pasangan muda mudi hadir dalam fun walk Sulteng Nambaso 2025.
Fun walk ini masih bagian dari rangkaian peringatan hari ulang tahun ke 61 tahun provinsi Sulawesi Tengah.
Berbagai macam hiburan dan kegiatan dihadirkan panitia hut 61 tahun Sulteng Nambaso 2025.
Mulai dari hiburan klasik, moderen dan yang bernuasa budaya seperti Tari Dero dan penampilan artis-arti ibu kota.
Kegiatan dalam rangka Hut ke 61 Sulteng Nambaso ini, berlangsung selama 1 bulan dan menghadirkan UMKM di pusat kegiatan seni musik rakyat itu.
Semangatnya selain untuk hiburan agar kita semua riang gembir juga memberdayakan UMKM. Jutaan rupiah diraup para UMKM yang berjualan saban malam di seputaran lapangan Immanuel itu.
Bersama Anwar – Reni/y (Gubernur) Sulteng Berani yang multi talentah itu, rakyat menikmati suguhan hiburan gratis.
Kenapa disebut Anwar Hafid Gubernur multi talentah? Karena Anwar Hafid bisa menempatkan dirinya dimana kondisi dan momen yang ada itu.
Artinya jika berada ditengah-tengah masyarakat yang kebetulan momen musik hiburannya, maka Anwar Hafid memberikan hiburan dengan menyumbangkan lagu-lagu hits dengan vokal serak-serak basah.
Kemudian jika berada di tengah-tengah ulama atau kegiatan keagamaan Anwar Hafid sering di daulat memberikan tauziah atau ceramah agama.
Berbicara soal politik dan pemerintahan memang keilmuannya tentang pemerintahan.
Kemudian ketua partai politik (Demokrat) dan pernah jadi anggota DPR RI selama 5 tahun dengan posisi di komisi II dan V.
Tegasnya Gubernur Sulteng Berani (Bersama Anwar – Reni/y) multi talintah mampu menyesuaikan diri dengan momen yang ada.
Menariknya lagi tidak elergi dengan kritikan. Baik kritikan lawan politik maupun kawan seperjuangan.
Karena bagi Gubernur Anwar Hafid kritikan adalah bentuk kepedulian sang pengeritik ke pada dirinya.
“Kalau masyarakat masih bersuara lantang ke kita, itu artinya mereka masih peduli dan memperhatikan kita. Makanya jangan pernah elergi dengan kritikan dari siapapun, termasuk pers”kata mantan Kades dan Camat itu.
Mantan kepala Ombudsman Sulteng Sofyan Lembah menjawab penulis menegaskan sikap terbuka dan bersedia dikritik menunjukkan bahwa Anwar Hafid itu pemimpin yang baik.
Olehnya perlu diingatkan agar senantiasa merespon kritikan dan masukan dari manapun.
Sofyan Lembah adalah mantan pengurus Partai Bulan Bintang (PBB) saat Anwar Hafid mencalonkan diri bupati periode pertama di Morowali.
Dan PBB selalu hadir dalam kontestasi politik Anwar Hafid baik kabupaten maupun provinsi. Dan selalu keluar sebagai pemenang dibawah naungan bulan bintang. Dirgahayu Sulteng ke 61 tahun. ***